Deep Breath

Deep Breath Kamukah itu? Tolong beri aku tanda......

Sudah Berapa Kali, Tuan?

Reblogged from karenapuisiituindah

karenapuisiituindah:

Hai, Tuan.
Jika banyak waktu tersisa dari kesibukanmu,
mampirlah sejenak di sini,
: di ruang puisiku.

Di sini,
kutulis ratusan sajak hanya untukmu.
Di sini,
kubingkai sejuta kenangan atas perihalmu.
Di sini,
kubuka rahasia yang mungkin sempat kau tanya
dan tak pernah kaudapatkan jawabannya.

Katakanlah, Aku Tak Mencintaimu Sebesar Itu

Reblogged from karenapuisiituindah

karenapuisiituindah:

'Kamu tidak pernah mencintaiku, sebesar aku mencintaimu'

image

Tahukah kau, Tuan.
Rasanya seperti ada semburat merah melayang-layang di dinding kamarku.
Seperti sebuah kesedihan yang berniat datang lagi,
karena telah diundang dengan murah hati.

Maka, inilah yang harus kau baca dengan seksama :

Reblogged from fitriyantiaidilia

fitriyantiaidilia:

Cinta, walau kau datang tiba-tiba.
Percayalah, aku akan tetap memintaNya untuk menjadikan cinta ini akan kekal selamanya.

"

きみのために、あたしのことはたい せつか。

Kimi no tame ni, atashi no koto wa taisetsu ka?

Bagimu, hal-hal mengenai diriku penting kah?

"

Reblogged from purple-magenta-senja

Penunggu tak Bersambut (via purple-magenta-senja)

http://perindupetrichor-ririnsetya.tumblr.com/post/82199772402/jika-aku-memang-harus-berhenti-maka-aku-akan

Reblogged from perindupetrichor-ririnsetya

perindupetrichor-ririnsetya:

Jika aku memang harus berhenti maka aku akan berhenti. Membiarkanmu pergi bukan berarti berhenti mencintai. Bagiku, mencintai tak harus saling bersisi apalagi memiliki.

Akan kulepaskan jika meminta dilepaskan. Jika penantian membuatmu kesulitan maka aku akan berhenti bertahan. Karena bagiku,…

bosscharliegaho:

#sudahkah #kamu #mengerjakan #skripsi #hari #inj

Reblogged from bosscharliegaho

bosscharliegaho:

#sudahkah #kamu #mengerjakan #skripsi #hari #inj

Kepada yang Kupanggil Nona (Belajar Santun)

Reblogged from jalansaja

jalansaja:

Selamat malam Nona, masih-kah kau disibukan dengan persiapan pertemuan kita?
Kuharap demikian.

Aku akan sangat bahagia seandainya tahu kau tengah mempersiapkan banyak hal, menyibukan diri dengan apapun yang membuatmu semakin matang.

Aku do’akan supaya hari-hari penantian kita selalu diisi dengan…

Aku bukan, tapi hanya…

Reblogged from keringbungabicara

keringbungabicara:

Aku bukan lelah, bukan pula pasrah, atau ,mencoba melupa, aku hanya belajar mencintaimu dengan bebas. Caranya: kubiarkan saja namamu menetap dimana-mana. Di hatiku, di kedip mataku, di mimpiku, di sadarku, di pejamku, di mana saja ada kamu. Lalu hari hariku akan penuh rasa mencinta, perih, dan luka. Sudahlah, bagiku tak mengapa. Mungkin memang begini rasanya ter-jatuh cinta

Reblogged from defittrian

defittrian:

Aku sangat percaya Dia akan menjaga kamu sebaik mungkin, tp jika kamu menjauh, aku bisa apa?

Reblogged from defittrian

defittrian:

Aku sangat percaya Dia akan menjaga kamu sebaik mungkin, tp jika kamu menjauh, aku bisa apa?

"Mau tukeran hati nggak? Biar kamu tau aja gimana rasanya mencintai orang yang mengabaikanmu."

Reblogged from bejos19

bahasa rasa (via bejos19)

"Mengapa aku harus membiarkanmu pergi, jika pada akhirnya aku harus menunggumu kembali."

Reblogged from bejos19

bahasa rasa (via bejos19)

Reblogged from defittrian

defittrian:

Aku sangat percaya Dia akan menjaga kamu sebaik mungkin, tp jika kamu menjauh, aku bisa apa?

Tulisan tentang kamu...

Reblogged from tigapuluhnovember

tigapuluhnovember:

Selamat malam kamu. Tulisan ini lagi-lagi masih berkisah tentang kamu. Malam ini, entah mengapa aku merindukan masa-masa dimana kita masih tersenyum untuk satu sama lain. Jemariku masih saja bergerak ke atas dan bawah. Menari-nari di atas telepon selular dan bersinkronisasi dengan mataku yang asik…

dakwahmuslimah:

Adab-adab Dalam Berdo’a1. Berdo’a dengan suara lembut“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’raf: 55)“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)2. Memuji Allah dan shalawat kepada Nabi“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad)3. Mengulang-ulang do’aIbn Mas’ud mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali.” (HR. Muslim)4. Yakin do’anya dikabulkan Allah“Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi)“Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari)5. Dilarang putus asa dan tergesa-gesa supaya segera dikabulkan“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak terburu-buru.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru dalam berdoa?” Beliau bersabda, “Orang yang berdoa ini berkata, ‘Saya telah berdoa, Saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan’. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim)6. Berdo’a dengan kemantapan hati“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia mantapkan keinginannya. Karena Allah tidak keberatan dan kesulitan untuk mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibn Hibban)7. Dilarang mendo’akan keburukan“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim)“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (HR. Abu Daud)

Reblogged from senyumtakperlukataapa

dakwahmuslimah:

Adab-adab Dalam Berdo’a

1. Berdo’a dengan suara lembut
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’raf: 55)

“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)

2. Memuji Allah dan shalawat kepada Nabi
“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad)

3. Mengulang-ulang do’a
Ibn Mas’ud mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali.” (HR. Muslim)

4. Yakin do’anya dikabulkan Allah
“Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi)

“Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari)

5. Dilarang putus asa dan tergesa-gesa supaya segera dikabulkan
“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim, selama dia tidak terburu-buru.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru dalam berdoa?” Beliau bersabda, “Orang yang berdoa ini berkata, ‘Saya telah berdoa, Saya telah berdoa, dan belum pernah dikabulkan’. Akhirnya dia putus asa dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim)

6. Berdo’a dengan kemantapan hati
“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia mantapkan keinginannya. Karena Allah tidak keberatan dan kesulitan untuk mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibn Hibban)

7. Dilarang mendo’akan keburukan
“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (HR. Muslim)

“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (HR. Abu Daud)